Progam Pembangunan WC RTM Nagari Tapan Sudah Selesai

Pesisir Selatan, lintaspenjuru.com – Dalam berkomitmen menjaga kesehatan lingkungan, Nagari Tapan Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat, menargetkan tahun 2024 Bebas Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat yang disebut open defecation free (ODF). Pj Nagari Tapan Muktar Lovi mengatakan sesuai dengan kesepakatan masyarakat pada saat musrenbang tingkat Nagari banyak sebagian masyarakat mengusulkan pembangunan WC dalam anggaran dana Nagari /desa.

“Dengan kesepakatan hasil musyawarah masyarakat setempat, Pemerintah Nagari Tapan sudah buat WC untuk Rumah Tangga Miskin (RTM). Ada sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya belum memiliki WC, sehingga masuklah usulan tersebut di Anggaran Dana Nagari/Desa (DD) Tahun 2024

Lebih lanjut, Muktar Lovi mengatakan, terhitung di bulan Juni ini, realisasi pengerjaan fisik pembangunan WC tersebut sudah mencapai 100 persen

Target bebas buang air besar sembarang tempat tersebut, kata Muktar Lovi, intinya rencana dan target pemerintah Nagari Tapan tahun 2024 tidak ada lagi masyarakat Nagari Tapan buang air ke sungai.

Menurut Muktar Lovi, memang program ini untuk dukungan dan komitmen bersama masyarakat. karena tanpa dukungan masyarakat, tentu akan sulit memenuhi target yang ada. Sebetulnya, masyarakat juga sulit jika tidak ada WC sendiri.

“Karna pengetahuan saya, sewaktu ada masyarakat yang sakit betapa sulitnya yang tidak memiliki WC di rumah mereka sendiri. Itu sangat menyedihkan sekali, di tambah lagi pada saat banjir melanda Nagari Tapan, karena 50 persen rumah warga Nagari Tapan berada di bantaran sungai. Sedikit saja terkena banjir sudah tenggelam,susah untuk pergi ke jamban untuk buang air besar,” ujarnya.

Dengan adanya program pembuatan WC untuk RTM. Ini dapat membantu masyarakat buang air besar di rumah mereka sendiri. Apalagi pada saat ada yang sakit dan ketika banjir sudah mudah buang air dan tidak kerepotan lagi.

“Muktar Lovi, berharap ke depan tidak ada lagi khusus nya masyarakat Nagari Tapan yang buang air besar di sungai yang dapat mencemari air dan lingkungan, masyarakat harus dapat menjaga kebersihan dan terhindar dari penyakit .

Bantuan ini tidak hanya mencakup pembangunan fisik WC, tetapi juga penyuluhan mengenai pentingnya sanitasi dan praktik kebersihan kepada penerima bantuan. Dengan demikian, diharapkan warga dapat memahami dan menjaga keberlanjutan dari fasilitas sanitasi yang telah dibangun.

Pembangunan WC dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, seperti bahan bangunan dan tenaga kerja dari masyarakat Nagari setempat. Proses ini tidak hanya memberikan manfaat secara langsung melalui pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan meningkatkan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan Nagari, tutup Muktar Lovi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *