Klarifikasi Ijazah Alumni Berstatus Anak Yatim Pihak Sekolah Selesai Secara Keluarga

Ijazah Siswa-Siswi SMAN 1 Tapan Yang Berstatus Anak yatim Ditahan Oleh Pihak Sekolah
Ijazah Siswa-Siswi SMAN 1 Tapan Yang Berstatus Anak yatim Ditahan Oleh Pihak Sekolah -- (sumber: www.google.com)

Lintas Penjuru, Pesisir Selatan – Kamis (23/5/2024) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat. Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan Media Online pada tanggal 17 April 2024 yang berjudul ijazah alumni SMAN 1 Tapan di Tahan pihak sekolah, media lintaspenjuru.com klarifikasikan ke sekolah SMAN 1 Tapan, beredar beritanya tersebut, sempat viral di kalangan masyarakat Indonesian dan dunia.

Pihak sekolah sama siswi Desti Festika berserta yang ikut hadir dari media lintaspenjuru.com saat klarifikasi penahanan ijazah anak yatim tersebut, dalam klarifikasi pihak sekolah, Kepala sekolah SMAN 1 Tapan Sasra Mulyadi,S.PD menyampaikan menyelesaikannya secara musyawarah dan mufakat dengan semangat kekeluargaan dengan mengundang orang tua siswa, siswa (Desti Festika) dan dari Media Lintas Penjuru.Com Dalam musyawarah dan mufakat dengan semangat secara kekeluargaan.

Dalam klarifikasi tersebut Sasra Mulyadi, S.PD menerangkan terkonfirmasi fakta-fakta sebagai berikut “Bahwa siswa (Desti Festika) selesai Ujian Akhir Sekolah (UAS) pergi merantau ke muko-muko dan bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT), saat pengumuman pengambilan Sidik Jari Ijazah, yang bersangkutan tidak bisa hadir kesekolah, karena Desti Festika baru berkerja selain itu jarak tempuh sangat jauh.”

Lanjut Sasra Mulyadi, Bahwa Ijazah atas nama Desti Festika belum terisi dengan lengkap sampai saat sekarang (nama, tempat/tanggal lahir dan nama orang tua belum ditulis) karena setiap kali diminta foto copy ijazah SLTP nya selalu alasannya lupa atau ketinggalan dirumah, dan Desti Festika selama dia berada di kelas XII ada pinjam buku pustaka, sampai saat sekarang Desti Festika belum mengembalikan buku Pelajaran Pokok.

Kata Sasra Mulyadi, Buku perpustakaan sekolah yang dipinjamnya Desti Festika semenjak awal kelas XII sebanyak empat belas (14) exemplar.
Bahwa Desti Festika setelah selesai Ujian Akhir Sekolah, belum pernah datang langsung ke sekolah untuk meminta ijazahnya kepada pihak sekolah.

Kebijakan Komite Sekolah, siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan anak yatim dibebaskan dari sumbangan komite sekolah. Dengan demikian tidak mungkin pihak sekolah menahan ijazah Desti Festika karena belum melunasi sumbangan komitenya, tutup Sasra Mulyadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *