Kakek Tua Berumur 67 Tahun Tinggal Di Rumah Tak Layak Huni

Lintas Penjuru, Pesisir Selatan – Beredarnya video memperlihatkan sang kakek yang berusia 67 tahun hanya seorang diri, dan ironisnya lagi tinggal di gubuk tak layak huni.

Dalam video itu kakek menceritakan bahwa sang Kakek berusia 67 Tahun hidupnya hanya seorang diri, panggilan kakek biasa di dalam kampung Saidin, sang kakek tua bernama Saidin sudah sepuluh tahun tinggal di gubuk tidak layak huni bertempat di kampung Pasa Sariang Kenagarian Kampung Tengah, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat.

Kakek tua Saidin perlu di perhatikan dari pemerintah kabupaten Pesisir Selatan dan dari pemerintah nagari setempat, menurut keterangan kakek Saidin dia sudah sepuluh tahun tinggal di gubuk tidak layak huni dan tanpa penerangan lampu listrik, saat malam tiba rumah kakek Saidin gelam gulita hanya diterangi lampu togok saja, dan saat hujan turun kakek Saidin kedinginan karena atap rumah kakek Saidin bocor.

Kata kakek Saidin saya tidak bisa kerja karena saya mengidap Struk di kaki dan untuk makan sehari-hari saya, bila ada orang yang datang ke rumah untuk mengobati Gigi sakit, kalau ada orang kasih jasa berobat gigi sakit baru saya beli beras untuk bertahan hidup”ungkap kakek Saidin.

Harapan kakek Saidin semoga ada bantuan dari pemerintahan kabupaten Pesisir Selatan atau Dinas yang membidangi bisa memberi bantuan Kepadanya, seperti tempat mandi cuci kakus yang biasa di sebut (MCK) sedangkan rumah kakek Saidin depan kantor camat Ranah Ampek Hulu Tapan, dan selama ini kakek Saidin buang air besar di belakang rumahnya.

Menurut keterangan salah satu warga yang tinggal di Nagari Kampung Tengah mengatakan, Pasalnya sang kakek tua yang bernama Saidin sudah ada dari pemerintah Nagari minta KTP kakek Saidin, tapi saya tidak tau apa gunanya. Pada tahun 2023 pemerintah Nagari Kampung Tengah ada program pembuatan WC sumber dana nya dari pokir dewan, dan menurut warga seharusnya kakek Saidin dapat bantuan progam WC dari dana Pokir dewan.

Kondisi dan situasi kakek Saidin seharusnya merasa prihatin, di mana pemerintah dengan banga karena telah dianggap telah menurunkan angka kemiskinan padahal kondisi real di lapangan tidak sesuai dengan anka presentasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *