Ini Progam DD Pemerintah Nagari Bukit Buai Tapan Di Tahun 2024

Pesisir Selatan, lintaspenjuru.com – Pemerintah Nagari Bukit Buai Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Melalui Dana Desa Tahun 2024 melaksanakan kegiatan pembangun pemeliharaan jalan usaha tani (JUT) menuju lahan pertanian secara padat karya.(Selasa, 14/05/2024)

Melalui Anggaran Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2024 sesuai dengan perencanaan dan kesepakatan hasil musyawarah masyarakat Nagari Bukit Buai yang dilaksanakan oleh Badan permusyawarakatan Nagari dan sepakat sekian persen Dana Desa digunakan untuk Pembangunan pemeliharaan Jalan Usaha Tani (JUT) dengan tujuan membantu para petani dalam menunjang percepatan perekonomian masyarakat.

Wali Nagari Bukit Buai Tapan Bustami menjelaskan bahwa Pembangunan pemeliharaan jalan usaha tani dengan sepanjang 540 meter dan lebar 4 meter yang menggunakan Dana Desa/ Dana Nagari pencairan anggaran Tahap 1 Tahun 2024 sudah mulai kami kerjakan tanpa adanya rintangan ataupun permasalahan saat pengerjaannya, karena sebelumnya kami telah melaksanakan musyawarah bersama dengan masyarakat terutama masyarakat yang ada disekitar Pembangunan Jalan Usaha Tani itu. Bustami juga memaparkan bahwa proses pengerjaannya juga melibatkan masyarakat Nagari setempat.

Bustami menambahkan, Dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat Nagari Bukit Buai Tapan dalam bidang pertanian tentunya harus ada faktor penunjang yang memadai salah satunya pembangunan akses jalan yang dapat menyentuh langsung ke lahan pertanian sehingga memudahkan para petani dalam mengakomodasi hasil pertanian sehingga biaya transportasi lebih ringan.

Jalan usaha tani itu tersebut awalnya sempit dan buntu, akan tetapi berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan bersama, Alhamdulillah dulu jalan tersebut dibuka dan di perlebar dan sekarang tahun 2024 lanjut pembangunan pemeliharaan jalan usaha tani.

Pembangunan Jalan Usaha Tani itu disambut positif oleh masyarakat, karena jalan usaha tani yang semula susah mengeluarkan hasil panen petani dan kini sudah bagus jalannya, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan menjual hasil kebun kepada toke, tutup Bustami.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *