Sebut saja A Petugas Kebersihan Kantor Pol PP Pessel Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Pessel, Lintaspenjuru.com – Didampingi Sekretaris Daerah, Pesisir Selatan Mawardi Roska, dan Kasat Pol PP dan Damkar Dailipal, Sekretaris Pol PP dan Damkar Pessel Zoni Eldo, serta Kabid Trantibum Pol PP Pessel Dongki Agung Pribumi.

Sebut saja nama petugas kebersihan kantor Pol PP dan Damkar Pessel ini ” A” angkat bicara dugaan upaya mesum dilakukannya.

Bacaan Lainnya

Pada awak media, ” A “, mengklaim apa dilaporkan oleh orang tua korban (pelapor) itu tidak benar seperti yang telah keluar di berita jika telah terjadi dugaan pelecehan seksual. Seperti, merabah – rabah, memfoto bugil dalam kamar mandi dan merabah – rabah diatas motor. Rabu ( 7/9/2022).

Awal kejadian dugaan upaya mesum dilaporkan pelapor tersebut terjadi saat korban diamankan anggota Trantibum Pol PP dan Damkar beberapa hari yang lalu, kedapatan keluyuran larut malam di taman Spora Painan. Hari Sabtu(3/9/2022) malam. Bersama satu orang laki – laki (pacar korban)

” A ” oknum tenaga kebersihan Pol PP dan Damkar Pessel itu menceritakan kejadian tersebut pada media, berawal dari rasa kasihan dan rasa sayang, saat melihat didalam HP tersimpan foto – foto tidak seronok.

Timbulah rasa naluri kelaki – laki dari A pada korban sambil berkata ” Baa Kok Mode Tu di HP Diek Ado gambar – gambar foto tu, jan buek malu Abang, Wak se kampuang, dari pado pacaran ujung – ujung nyo mesum, rancak menikah samo Abang. Saya cuma menepuk tangan dan kaki korban, di kantor Pol PP Pessel, ” terang A.

Dihadapan Sekda dan Kasat Pol PP dan Damkar Pessel, karena keseriusan dengan anak pelapor, A menanyakan pada anak pelapor apakah sudah pernah berbuat mesum, dan jawab nya hal tersebut tidak pernah dilakukan.

Pada pukul 06.00 Wib hari Senin (5/9/2022) anak pelapor memintak pamit pada dirinya pergi ke kamar mandi lokasinya berjarak kurang lebih 7 meter dari lokasi tempat duduk awal bersama korban. ” Saya tunjukan arah kemar mandi pada anak pelapor, dan saya kembali ketempat duduk saya awal, “.

Dan, sudah dari kamar mandi anak pelapor kembali duduk ditampat awal bersama A sambil berbicara ” Bantu Bang, keluarkan dari Kantor Pol PP, “.

Karena takut terjadi apa – apa (kabur), A memisahkan anak pelapor dengan kawan nya, ketika itu ikut diamankan tim Trantibum Pol PP Pessel ke ruang Sekretaris Pol PP. Sementara itu, cowok anak pelapor berada diluar kantor.

Didepan pacar anak pelapor A mempertanyakan jika selama didalam ruangan tidak ada melakukan hal apa, malahan anak pelapor ” Biarlah Abang, Nyo masih Ketek, Biarkan Sajo Bang, “.

Karena waktu sudah mulai pagi, datang orang tua laki – laki cowok anak pelapor ke kantor Pol PP Pessel masuk dalam ruangan bersama anak pelapor, cowok anak pelapor dan teman pelapor bersama petugas penyidik Pol PP dan Damkar Pessel. ” saya hanya dimintak Kabid Trantibum mengambil dokumentasi, sesudah itu saya keluar ruangan, “.

Seteleh beberapa jam dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Pol PP dan Damkar Pessel anak pelapor keluar dari ruangaan menghampiri A. ” La siap Pemeriksaan Diak (tanya A), jawab anak pelapor ” La siap Bg, sambil memintak tolong mengantar pulang. Dan dirinya menjawab ” Jadi”.

Sekitar Pukul 10.00 Wib, A menggunakan sepeda motor bergegas meluncur ke arah Pasir Putih Kambang, usai mendapatkan izin dari Kasi nya.

Dalam perjalanan pada A memintak nanti berhenti sejenak nanti untuk membersihkan kaki karena kotor, tepat di daerah Batang Kapas Simpang Klumpang sepeda motor dikendarai nya diarahkan ke sungai ada di lokasi tersebut.

” Ya, sepeda motor saya turunkan dari jalan aspal menuju jalan tanah ke arah sungai. Posisi saya berasa di atas motor, sedangkan anak pelapor turun dari motor membersihkan kaki nya. Tidak ada saya merabah – rabah pada anak korban, dan anak pelapor tidak ada berteriak apa – apa seperti telah viral di berita atau yang dilaporkan, ” ucap A di hadapan awak media.

Karena takut terlambat masuk kerja, anak pelapor memintak pada dirinya memacu motornya. Dalam perjalanan pun, A tidak banyak bicara dan fokus pada kendaraan di kendarainya, sementara anak pelapor memegang erat hand phone pribadi nya.

” Sampai di lokasi swalayan di daerah Pasir Putih Kembang pukul 11.00 Wib, anak pelapor langsung turun dari motor berjalan kaki menuju kadai nasi berada disamping swalayan. Kemudian saya langsung balik ke Painan, ” terangnya.

Lebih lanjut, A oknum petugas kebersihan Kantor Pol PP dan Damkar Pessel itu mengakui memang telah memintak no WA pribadi anak pelapor, saat anak pelapor berada di Kantor Pol PP.

Sambil menunjukan chat what shap, A menunjukan di hadapan rekan – rekan media. ” Saya mintak maaf pada institusi Pol PP Pessel, tetapi atas tuduhan saya melakukan dugaan pelecehan seksual tersebut tidak lah benar, “.

Bahkan dalam perjalan A ini menceritakan kalau anak pelapor ini saat berboncengan posisi duduk berubah, dari awal menyampaing hingga posisi duduk seperti laki – laki.

Sementara itu Kasat Pol PP dan Damkar Pessel Dailipal, jika pihaknya telah melakukan evaluasi pada seluruh anggota Pol PP dan Damkar Pessel pada apel pagi, agar dalam melaksanakan tugas sesuai SOP.

Pada awak media, Dailipal bahwa keterangan disampaikan orang tua pelapor dan oknum petugas kebersihan Kantor Pol PP dan Damkar Pessel sangat jauh berbeda dengan apa telah dilaporkan.

” kita harapan kan dalam pemberitaan ini ada kesimbangan antara pelapor dan terlapor, maka kita hadirkan A di hadapan rekan – rekan media untuk mendengarkan apa yang terjadi sebenarnya, ” sampai Kasat Pol PP Pessel.

Lebih lanjut, Dailipal tidak akan menutup – nutupi jika ada anggotanya bersalah, tentu dengan adanya bukti – bukti yang cukup sesuai dengan apa telah dipelapor atas upaya dugaan pelecehan seksual tersebut.

Sebelumnya, karena tidak terima anaknya menjadi korban dugaan pelecehan seksual oknum anggota Pol PP dan Damkar Pessel mendangi Polres Pessel, Selasa ( 6/9/2022) melaporkan kejadian tersebut.

Seperti telah viral di beberapa media online, orang tua korban diduga menjadi korban pelecehan seksual oknum anggota Pol PP dan Damkar Pessel. Dan berharap pada pihak kepolisian Polres Pessel bisa memproses lebih lanjut.

Membenarkan atas laporan pengaduan dari salah seorang orang tua korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum tenaga kebersihan Kantor Pol PP Pessel, Kasat Reskrim Polres Pessel AKP. Hendra Yose, SH, bahwa akan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *