Dua Saluran Irigasi di Nagari Koto Barapak, Bayang Putus. Perlu Perbaikan.

Pesisir Selatan, Lintaspenjuru.com – Keluhan para petani jagung ada di Nagari Koto Barapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan akan perbaikan dua saluran irigasi yang rusak didaerah itu segera diperbaiki seperti nya harus bersabar terlebih dahulu.

Berdasarkan keterangan dari Wali Nagari Koto Barapak Bayang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan Lazuardi saat tanam jagung perdana di nagarinya, bahwa saat ini ada dua saluran irigasi yang rusak dan perlu perbaikan. Agar, lahan pertanian petani bisa teraliri air.

Bacaan Lainnya

“Hampir sebagian masyarakat di nagarinya bercocok tanam jagung. Dan juga padi. Dan saluran irigasi yang ada saat ini rusak, butuh perbaikan,” ungkap Wali Nagari Koto Barapak Bayang, Senin (25/7/2022).

Ia menyampaikan, lahan atau tanah nagari seluas 7,5 hektar setengah telah dilakukan pemanfaatnya untuk kepentingan masyarakat umum, yaitu pembangunan lapangan sepak bola dan pasar. Dukungan dari dinas terkait, dan pihak terkait penting dalam kegiatan pembangunan di nagarinya.

Salah satunya pembangunan jalan di nagarinya dalam satu bulan ini rampung, dimana pembangunan jalan tersebut sangat dirasakan keberadaanya, sambungnya.

“Terima kasih pada Dandim 0311/ Pessel telah membantu kelompok tani. Kedepan bantuan seperti ini juga bisa disalurkan pada kelompok yang lain di Nagari Koto Barapak Bayang, Kecamatan Bayang, ” ujar Lazuardi.

Wakil Bupati Pesisir Selatan Rudi Hariansyah mengatakan, saat ini ada kurang lebih saluran primer dan sukunder di Kabupaten Pesisir Selatan membutuhkan perbaikan irigasi. Tentunya, masalah irigasi membutuhkan anggaran cukup besar.

“Untuk anggaran di APBD Pessel tidak cukup untuk memperbaiki saluran primer dan sukunder di Pessel, perlu anggaran kurang lebih Rp.400 miliar,” terang Wabub Pessel.

Dan, solusi alternatif menurut Wabub Pessel adalah tanam jagung. ” Untuk Sumatera Barat saja untuk ketersedian jagung masih impor dari NTB. Maka, manfaatkan lahan tidur ada di nagari – nagari menjadi lahan produktif,”. (G)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *