BUMDES di Kabupaten Mukomuko diduga banyak Mati Suri

Mukomuko, Lintaspenjuru.com – Digelontorkannya dana desa keseluruh tanah air, maka pemerintah pusat melalui kemendes menginstruksikan agar seluruh Desa-Desa membuat badan usaha milik desa (Bumdes) dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

“Seyogyanya salah satu peruntukkan Dana Desa itu untuk mengembangkan usaha masyarakat melalui Bumdes dan hal itu sesuai dengan instruksi Kemendes,” tutur Zulkifli Ketua Forum Media Muda Kabupaten Mukomuko. (15/7/2022).

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya, Dana Bumdes yang berasal dari anggaran Dana Desa diputuskan sesuai hasil kesepakatan masyarakat itu sendiri.

“Jadi berapapun besaran dana yang diberikan kepada pengurus Bumdes Desa disepakati dalam musyawarah desa,” tambahnya.

Namun lanjut Zulkifli dari fakta fakta yang terjadi di saat ini, kebanyakan dana Bumdes di sejumlah Desa, diduga banyak macet usahanya. Hal ini disebabkan para oknum pengurus Bumdes tidak profesional cara pengelolaannya, sehingga mengakibatkan dana Bumdes tidak jelas peruntukannya.

Meski banyak Bumdes yang berjalan tidak semestinya, namun diakui masih banyak desa terutama di wilayah Desa Desa di Kabupaten Mukomuko ini yang Bumdesnya banyak tidak jelas, dan mati suri.

Dia juga mempertanyakan, dengan macetnya dana Bumdes di beberapa desa di kabupaten Mukomuko ini, apakah dananya masih bisa diselamatkan oleh pengurus Bumdes.

“Ataukah dana tersebut dibiarkan saja habis tanpa ada kejelasan yang harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat?,” katanya.

Melihat fakta yang ada kata zulkifli, banyak Bumdes yang diduga bermasalah tujuannya bukan mensejahterakan masyarakat desa, tetapi sebaliknya membuat beban Pemdes dari tahun ketahun terus meningkat.

“Baik Pemdes maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagai pembina dan fasilitator harus menjadi perhatian serius terhadap keberlangsungan Bumdes. Pemdes harus mendesak agar pengurus Bumdes segera melakukan rapat pertanggung jawaban karena yang digunakan merupakan anggaran dana desa untuk pengembangan usaha masyarakat,” pungkasnya zulkifli.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *