Ini Sebelas Proyek Strategis Gunakan Anggaran Miliar. Di Kabupaten Pessel.

Gapura selamat datang di Kabupaten Pesisir Selatan

Ini Sebelas Proyek Strategis Gunakan Anggaran Miliar. Di Kabupaten Pessel.

Pesisir Selatan

Sebelas proyek strategis versi media online, di Kabupaten Pesisir Selatan, dimana menggunakan dana miliaran, baik dari dana APBN maupun APBN khususnya fisik. Yang, keberadaanya masih belum digunakan secara optimal sesuai keperuntukanya.

Dari data yang dikumpulkan, dimulai dari Pembangunan Apartemen Rusun MBR di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan dengan anggaran APBN Rp. 12,5 Miliar.

Selain itu, pada tahun 2018 Kementerian PUPR membangun 100 unit rumah khusus ( Rusus) nelayan di daerah itu. Rusus nelayan ini dibangun di tiga kecamatan yakni, Kecamatan IV Jurai sebanyak 50 unit, Kecamatan Batang Kapas 25 unit, dan Kecamatan Linggo Sari Baganti sebanyak 25 unit. Dengan anggaran per unit sebesar Rp. 120 juta.

Kedua, pembangunan kantor perwakilan di Kecamatan Basa Ampek Balai ( BAB) Tapan senilai Rp.12 miliar. Dana multi years tahun 2019 – 2020.

Ketiga, pembangunan Masjid Terapung Samudera Ilahi Carocok Painan diresmikan 5 Februari 2021 dibangun diatas lahan seluas 1.795 hektar, menelan anggaran Rp. 27,5 miliar. Keempat, pasar modern di kenagarian Carocok Anau, Kecamatan Koto XI Tarusan ( Pasar Rakyat Tarusan) menelan biaya APBN dan APBD Pessel, awal 7 miliar ( APBN) ditambah APBD Pessel Rp.1,4 miliar.

Kelima, bangunan pasar semi modren di Kabupaten Pesisir Selatan rentang tahun 2016 -2020, pasar batang kapas Rp.6 miliar tahun 2019, pasar kambang Rp.5,8 miliar tahun 2017, pasar Lakitan Rp.2,4 miliar tahun 2020, pasar Pungasan Rp.1,7 miliar tahun 2019 dan pasar caracok Anau Tarusan Rp.6,6 miliar tahun 2016.

Keenam, pusat jajanan serba ada ( Pujasera) di kawasan Pantai Carocok Painan, Kecamatan IV Jurai, menelan anggaran Rp.2,2 miliar. Tahun 2019.

Ketujuh, pembangunan gedung baru RSUD M. Zein Painan di bukit kebun Taranak, Nagari Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai. Pinjaman dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Pessel, di dasar Perda Nomor 3 tahun 2014 tentang pinjaman Pemda tahun 2014 ke PIP Rp. 96 miliar, digunakan untuk pembuatan gedung dan sisanya Rp.3 miliar, guna melengkapi peralatan kesehatan RSUD.

Delapan, pembangunan gedung paru tahun 2020 dengan alokasi anggaran Rp.6,7 miliar. Sembilan, pembenahan taman spora sebagai salah satu taman kota serta ruang terbuka hijau ( RTH) ditingkatkan alun – alun kota Rp. 1,8 miliar. Sepuluh, pembangunan pusat olahraga di gor Zaini Zen Painan tahun 2019, dengan menyertakan modal kabupaten ke Bank Nagari Rp. 8 miliar.

Dan Sebelas, tahun 2016 – 2021 menggunakan dana APBD Pessel Rp. 25 miliar, pembangunan Gedung Painan Convention Center. Serta beberapa proyek lainya telah dilakukan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD), Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel), Ermizen, Jum’at (18/2/2022) terkait harapan terhadap pemerintah daerah ( Pemda) setempat dalam meningkatkan optimalisasi beberapa bangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, dalam mendukung pelayanan dan pengembangan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Dia menegaskan bahwa sebagai lembaga legislatif, pihaknya terus berupaya kebutuhan infrastruktur ada di Kabupaten Pesisir Selatan baik itu menggunakan dana APBD ataupun APBN akan menjadi perhatian DPRD Pessel. Karena, ini untuk kepentingan masyarakat banyak.

” Bangunan di bangun dengan anggaran miliar seharusnya benar – benar bisa dioptimalisasikan, sayang jika bangunan tidak digunakan untuk keperuntukanya,” ucapnya.

Selaku pimpinan DPRD Pesisir Selatan berharap agar Pemda mempriotaskan pembangunan infrastruktur yang pemanfaatanya langsung untuk kepentingan masyarakat.

Dia juga ingin Pemda melalui perangkat Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) memastikan pos anggaran guna penanganan, dan melalui perencanaan matang yang terukur diharapkan kegiatan pembangunan fisik bisa dikerjakan dalam skala prioritas.

Sementara itu, Kejari Pesisir Selatan Donna Rumiris Sitourus, SH melalui Kasi Intel Kejari Pessel Ricko Za Musti, SH kembali menegaskan bahwa selama tahun 2021 telah menangani perkara Tindak Pidana Khusus dinyatakan P21 ( lengkap berkas) sebanyak 152 perkara, telah diputus oleh Pengadilan Negeri sebanyak 127 perkara.

Sedangkan, untuk perkara dugaan korupsi ( Tipidkor) ada dua perkara. Yaitu terkait Pinjaman Dana Bergulir dari LPDB – KUMKM Kementerian Koperasi dan satu perkara dugaan korupsi salah satu BUMD di Kabupaten Pesisir Selatan.

Sedangkan beberpa bangunan fisik di Kabuaten Pesisir Selatan menjadi sorotan penegak hukum salah satunya yaitu, dugaan korupsi pembangunan RSUD M.Zein Painan. Dimana tim Satgas Tipidkor Kejati Sumbar telah turun kelapangan melakukan pengumpulan bukti – bukti, dan pemeriksaan ruangan kepala dinas. Seperti, Dinas Pekerjaan Umum, LPSE, dan DPKAD.(Rk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *